Sunday, May 10, 2015

TOEFL Test Listening Skills

In the article that I have read, there are some skills necessary to follow the toefl listening test :

·        Basic Comprehension
When students listen to a recorded lecture or a conversation, they should understand the central or main idea in it. Then they should skim the recording for key points, important facts, purpose and the relevant details that connects the key points.

·        Practical Understanding
It may also be called as “pragmatic understanding” where the meaning of a word should be taken, according to the context. Students are needed to find the intended meaning of the speaker i.e. from his point of view. A wide range of vocabulary is necessary for this process because, the recordings in listening test are usually from academic background. Practical understanding also becomes a must to find the purpose of a lecture or a conversation.

·        Relate Ideas given in multiple information sources
Relating ideas is the final state where the key points and the important facts are compared to find the relationship between them. This method would initially lead to construct an argument. Then a string of supportive and non supportive elements are categorized and as a result the causes for the events are traced. This is where a student would end up identifying the conclusion which is expressed indirectly.

·        Inference
Inference is to find the implied conclusion in recordings from the author’s point of view. The conclusion might be implied or expressed indirectly anywhere in the passage.
These are the basic requirements necessary, in each part of the strategy of listening section, which consists of two recorded lectures and one long conversation. These fundamentals are to be followed, in the following few preparatory steps.

Strategies in Preparation
Besides setting up skill, in listening toefl there are several strategies that you can learn. These strategies are as follows:
·        Spoken English From Various Sources And Accents
There are variations between the accents of English. It is the best to listen to English from various sources like television, music, radio etc. And also it is good to listen to the native speakers of English with different pronunciation and dialect. By doing this students would be able to improve their listening skills and also they will get used to different kinds of accents. It will be helpful very much if they listen to academic passages or conversations.

·        Making Notes
While listening to a recording, notes should be jot down. These notes would help you to remember the important points given by speaker. The reason is also that, during the test you will be given only one chance to listen to a passage. Note making will help you to remember the details and the clues effectively.

·        Main Idea
The main idea of a passage should be identified in a recording, as a first task while taking notes. Main idea of a lecture is usually given in the introductory part. The other details would be given in the rest of a lecture. Once the main idea is found it becomes a lighter task to find the purpose of the speaker.

·        Pointer Words, Important Facts And Relationship Between The Facts
The pointer words may be defined as signal words or clues, given by the speaker. These keywords should be collected along with important facts and events. This should be done in order to compare them and identify the relationship between them. In turn this would give you the cause of the events.

·        Summary of Observation
Give a summary of the recording which was listened, using the notes that are taken down. During this process, only important facts, relevant details, main idea and the key facts are covered. This is a good time saving technique, to prevent going through the notes again and again.

·        Building your Vocabulary
Above all it is also important to build a student’s vocabulary, to find the meaning of a word, according to the context of the speaker. Students should get familiar with the words which they consider as new ones and practice them in their everyday life.

Referensi:

Thursday, May 7, 2015

Laporan Audit Manufaktur

Pemeriksaan Akuntansi 2
LAPORAN AUDIT MANUFAKTUR
PADA PT. XYZ



Disusun oleh:
Satrio Bagus Wicaksono (26212876)
Siti Sarah Bahtera Sari (27212088)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA

2015


BAB I
INFORMASI LATAR BELAKANG

PT. XYZ berlokasi di kota Depok, prusahaan ini bergera di bidang industri dengan memproduksi alat pengeras suara (Toa) dan komponen speaker lainnya.  Toa merupakan alat pengeras suara yang di pakai dari zaman dahulu sebelum munculnya microphone hingga pada saat ini. Toa biasa digunakan untuk kumandang adzan di masjid maupun mushola, selain itu pula toa sering digunakan para demonstran untuk menyampaikan apresiasinya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini tidak membuat produk pengeras suara ini mengalami penurunan permintaan, justru dengan adanya tekanan yang kuat terhadap bisnis manufaktur ini membuat PT. XYZ sebagai perusahaan yang memproduksi toa (pengeras suara) untuk lebih cerdas dalam menjalankan operasinya. Fungsi produksi dan operasi bertanggungjawab untuk menghasilkan produk dalam kuantitas dan kualitas yang telah ditentukan.  Jadwal produksi, inovasi, dan peningkatan berkelanjutan harus difokuskan untuk memenuhi kepuasan pelanggan agar perusahaan memiliki keunggulan dalam intensitas persaingan yang sangat ketat ini.

Kemampuan PT.XYZ dalam menghasilkan produk toa dengan kuantitas dan kualitas yang membuat pelanggan tertarik belumlah cukup untuk mendukung keunggulan bersaing perusahaan. Produk harus dihasilkan melalui proses yang efisien dimana optimalisasi penggunaan sumber daya menjadi pedoman dalam setiap proses. Dengan penggunaan biaya produksi yang rendah, maka perusahaan dapat menawarkan produk tersebut kepada pelanggan dengan harga yang relatif lebih rendah dari pesaing tanpa mengorbankan proporsi margin yang telah direncanakan.

Maka untuk menilai proses produksi dan operasi suatu perusahaan apakah sudah berjalan baik atau masih harus ada perbaikan atau peningkatan diperlukan audit manufaktur (operasi dan produksi).

Tujuan dilakukannya audit adalah :
  1. Menilai apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).
  2. Menilai apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat menghubungkan santara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.
  3. Menilai apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan-kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan.
  4. Menilai apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien.
  5. Menilai apakah penempatan fasilias produksi dan operasi telah mendukung berjalannya proses secara ekonomis, efektif, dan efisien.
  6. Menilai apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas produksi dan operasi telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang sesuai dengan kualitas, kuantitas dan waktu yang telah ditetapkan.
  7. Menilai apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan perusahaan.
1.    Berlakunya sistem dimana produksi hanya dilakukan berdasarkan pesanan (by order). Hal ini memiliki kelemahan :
Resiko turunnya tingkat produksi disaat terjadi booming order atau pesanan dalam skala jumlah yang besar dari pelanggan yang berpengaruh pada:
a.      Tenaga kerja, yaitu terjadinya overtime (lembur kerja).
b.    Biaya, adanya biaya pengeluaran untuk overtime (lembur kerja). Hal ini juga berdampak pada karakter tenaga kerja, seperti :
-     karyawan dapat menghambat berjalannya proses produksi dengan tidak memenuhi    prosedur proses produksi agar proses produksi terhambat sehingga overtime dibutuhkan  untuk memenuhi order.
-  Tenaga kerja yang dibiasakan kerja lembur oleh perusahaan sewaktu-waktu dapat meminta peninjauan gaji karena terbiasa dengan presentasi gaji lebih yang didapat dari overtime.
c.   Teknis (mesin), jika terjadinya perubahan spesifikasi komponen dari permintaan pasar.
d.    Jadwal Induk Produksi, JIP tidak terencana dengan baik karena booming order.

2.    JIP (Jadwal Induk Produksi) tidak didukung dengan metode permintaan yang akurat. Karena pada kenyataannya banyak kendala yang terjadi seperti barang reject bahan baku bahkan keterlambatan pengadaan barang dari pihak supplier karena terhambatnya proses pengiriman. Hal ini merupakan kesalahan eksternal yang dikarenakan kelalaian dari pihak supplier.

Kriteria :

      1.        Jadwal produksi harus didukung dengan metode permintaan material yang akurat.
     2.      Jadwal Induk Produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar dan  selaras dengan fungsi-fungsi bisnis lainnya.
      3.      Jadwal Induk Produksi diharuskan meminimumkan :
-          Biaya persediaan
-          Biaya setup mesin
-          Upah lembur
-          Waktu sumber daya menganggur
     4.    Jadwal produksi harus mampu mengoptimalkan kapasitas produksi (efisiensi produksi).
        5.      Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis mengenai :
-          Pemanfaatan kapasitas menganggur
-         Pengelolaan kebutuhan produksi diatas kemampuan kapasitas yang tersedia
-          Prosedur pengendalian persediaan
-          Pemeliharaan fasilitas produksi
-          Pengoperasian fasilitas produksi

Penyebab :
      
 1.      Perusahaan beberapa kali mengalami keterlambatan pemenuhan pesanan.
      2.      Dalam kegiatan produksi terjadi overtime (lembur kerja) untuk memenuhi        kebutuhan produksi.
      3.      Tidak dilakukannya training dasar kegiatan produksi pada setiap karyawan       (hanya diterapkan pada bagian produksi).
   4.     Kurangnya ketepatan perencanaan Jadwal Induk Produksi dalam menghadapi booming order yang tidak dapat diprediksi.

Akibat :
     
 1.   Terganggunya standart kualitas mutu produksi karena overtime yang berkelanjutan.
    2.     Proses produksi terhambat pada pemenuhan pesanan yang melonjak.
    3.    Tersaingi oleh produk tiruan di pasaran disaat perusahaan tidak dapat memenuhi pesanan konsumen    (booming order).
    4.      Proses produksi tidak memenuhi target produksi sesuai Jadwal Induk Produksi.

BAB III
REKOMENDASI

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :

1.       Kelemahan pada sistem produksi dimana proses produksi hanya dilakukan apabila ada pesanan (by order), sehingga tingkat produksi menurun disaat terjadi booming order atau pesanan dalam skala jumlah yang besar dari pelanggan yang berpengaruh pada tenaga kerja, biaya, teknis (mesin) dan Jadwal Induk Produksi.

2.   Kelemahan pada Jadwal Induk Produksi yang tidak didukung dengan metode permintaan yang akurat. Karena adanya kendala seperti barang reject (bahan baku).

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi :
     
      1.      Penghitungan perencanaan modal produksi dihitung dalam satu tahun kerja sesuai dengan target keuntungan yang diharapkan. Hal ini juga ditujukan untuk berbagai kendala lainnya, seperti :
-  Mengatasi terjadinya perubahan spesifikasi komponen, sehingga perusahaan tidak kesulitan mengadakan perbaikan mutu spesifikasi komponen untuk memenuhi permintaan pasar.
-          Mencukupi biaya lebur jika diperlukan.
     
      2.       Adanya training peningkatan kualitas kerja karyawan, sehingga disaat terjadi booming order, kekurangan tenaga kerja pada sektor produksi dapat ditambah dari sektor lain.
      
   3.   Perusahaan, khususnya bagian purchasing memerlukan perluasan hubungan kerja dengan menambah lebih banyak supplier agar dapat mengatasi kendala-kendala tersebut.
       
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada kegiatan produksi perusahaan.

BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah kegiatan produksi dan operasi. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen proses produksi, personalia yang bertugas dalam bagian produksi, dan aktivitas proses produksi yang dilakukan perusahaan.

Sunday, April 12, 2015

DIRECT and INDIRECT SPEECH

DIRECT and INDIRECT SPEECH







Direct speech      :

“The new multilateral banks could help bridge financing gaps in areas such as infrastructure, energy, and water”, said Kim.

Indirect speech    :      
Kim said that The new multilateral banks could help bridge financing gaps in areas such as infrastructure, energy, and water.


Sumber :

Sunday, March 22, 2015

TiKER (Tips Kreatif Edisi Rumah)



Tips Merawat Furnitur


Furnitur merupakan perabotan rumah tangga yang tentunya penting untuk mengisi dan menghias setiap sudut rumah anda. Setiap furnitur memiliki fungsinya sendiri seperti meja, lemari pakaian ataupun rak buku, baik dari segi efisiensi penyimpanan maupun elemen-elemen cantik yang membantu memperindah interior rumah anda. Bagaimana jika furnitur tersebut kotor? Terkena noda makanan ataupun debu? Nah, kali ini saya akan berbagi tips sederhana untuk merawat furnitur kesayangan anda.

Melepaskan noda kertas (stiker) pada furnitur

Jika anda sudah memiliki buah hati di rumah, biasanya anak-anak suka menempelkan stiker bergambar pada lemari ataupun meja belajarnya. Ketika mereka beranjak dewasa terkadang mereka menyobek stiker tersebut agar nuansa kamar tidak terlihat kekanak-kanakan. Bekas sobekan stiker pada furnitur meninggalkan sisa lem atau kertasnya, tentu saja hal tersebut membuat furnitur anda tidak nyaman untuk dilihat karena terkesan kotor.

Bagaimana cara membersihkannya?

Saya punya solusinya. Untuk membersihkan sisa kertas atau lem yang menempel pada permukaan furnitur kayu misalnya, jangan gunakan kuku atau benda tajam seperti pisau yang dapat melukai permukaan furnitur. Ada 2 cara yang aman dan praktis, yaitu :

1.             Gunakan minyak salad. Teteskan sedikit minyak salad pada permukaan kertas yang menempel, lalu gosok perlahan dengan lap kering. Lakukan berulang kali hingga kertas terlepas.

2.             Anda dapat menggunakan cuka. Oleskan cuka pada permukaan kertas, tunggu beberapa saat agar cuka meresap. Kemudian abrakadabra! Noda sisa kertas pada furnitur dapat dilepas dengan mudah.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba J               


Sumber : Pengalaman pribadi

Sunday, March 15, 2015

A Kind of TOEFL Test

PAPER BASE TOEFL
and
COMPUTER BASE TOEFL

The meaning of TOEFL
Test of English as a Foreign Language, is a standardized test of English language proficiency for non-native English language speakers wishing to enroll in U.S. universities. The test is accepted by many English-speaking academic and professional institutions. TOEFL is one of the two major English-language tests in the world, the other being the IELTS.
TOEFL is a trademark of ETS (Educational Testing Service), a private non-profit organization, which designs and administers the tests. The scores are valid for two years; then they are no longer reported.

The Paper-Based TOEFL Test

The prepare-based version of the TOEFL test (TOEFL pBT) continues to be administered on specified dates in some countries, particularly in areas where accessibility to the Internet-based test (e.g., TOEFL iBT) is a concern. Each from of TOEFL pBT consits of three sparately time sections; the question in each section are multiple choice, with four possible answers or options per question. All responses are gridded on answer sheets that are scored by computer.
·         Section 1 of the test, Listening Comprehension, measures the ability to understand English as it is spoken in North America. The oral features of the language are stressed, and the problems tested include vocabulary and idiomatic expression as well as special grammatical constructions frequently used in spoken English. The stimulus material and oral questions are recorded in standard North American English; the response options are printed in the test books.

·         Section 2, Structure and Written Expression, measures recognition of selected structural and grammatical points in standard written English. The language tested is formal, rather then conversational. The topics of the sentences are of a general academic nature so that individuals in specific fields of study or from specific national or linguitic groups have no particular advantage.

·         Section 3, Reading Comprehension, measures the ability to read and understand short passages that are similar in topic and style to those that students are likely to encounter in North American colleges and universities. Examinees read a variety of short passages on academic subjects and answer several questions about each passage. The questions test information that is stated in or implied by the passage, as well as knowledge of some of the spesific words as they are used in the passage.

The total test time is approximately two and one-half hours; however, approximately three and one-half hours are needed for a test administration to admit examinees to the testing room, to allow them to enter identifying information on their answer sheets, and to distribute and collect the test materials.

Language specialists prepare the material for the TOEFL test. The TOEFL Committee of Examineers establishes overall guidelines for the test content and specifications. All item spesifications, questions, and final test forms are reviewed for cultural and racial bias and content appropriateness, according to established ETS procedures.

The Computer-Based TOEFL Test

In July 1998, ETS introduced the computer-based version of the TOEFL tset (TOEFL cBT) in many areas of the world. This move was the first critical step toward a long-term goal of enhancing assesments by using electronic technology to test more complex skills.

A primary goal of the TOEFL program is to provide more extensive information that it has in the past about candidates’ English proficiency. In response to institutions’ requests to include a productive measure of writing, the program added a Writing section (essay) as part of each TOEFL cBT test administration. This addition was one step toward a more communicative test. Essay rating were integrated into section and total scores, but were also reported separately on official score reports for informational purposes. New types of questions were added to the Listening and Reading sections; these new question types moved beyond multiple-choice questions. Visuals were also added to the Listening section, providing a significant enhancement to that portion of the test.

Two sections of the test –Listening and Structure- were computer adaptive, meaning the test was tailored to each examinee’s performance level. The test started with questions of moderate difficulty. As an examinee answered each question, the computer scored the question and used that information, as well as the responses to previous questions, to determine the question it would present next. As long as examinees responded correctly, the computer typically selected questions of greater or equal difficulty. In contrast, if wxaminees answered questions incorrectly, the computer typically selected questions of lesser or equal difficulty. The computer was programmed to continuously find questions of an appropriate difficulty for test takers of all performance levels.


Mengenal PBT-TOEFL dan CBT TOEFL

PBT-TOEFL dan CBT TOEFL


Di tahun 2015 ini bahasa inggris sangat dibutuhkan oleh para tenaga kerja di Indonesia. Hampir di semua perusahaan di Indonesia menjadikan bahasa inggris sebagai persyaratan penerimaan calon pekerja. Dalam penerimaan calon pekerja, biasanya pihak perusahaan memberikan syarat kepada para pelamar untuk melampirkan skor TOEFL dalam surat lamaran.

Apa itu TOEFL? TOEFL merupakan tes kemampuan seseorang dalam berbahasa inggris dengan menggunakan logat Amerika. Apa manfaat dari mengikuti tes TOEFL? Hasil dari TOEFL dapat dipergunakan untuk mendaftar kembali kuliah ke luar negeri atau bahkan bisa dipergunakan untuk melamar suatu pekerjaan agar bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak perusahaan.

Bagaimana dengan jenisnya, ada berapa jenis tes TOEFL yang dapat dilakukan? Ada tiga jenis TOEFL yang dilakukan dengan metode yang berbeda pula, yaitu PBT-TOEFL, CBT-TOEFL, dan iBT-TOEFL. Ketiga-tiganya masih dapat dijumpai karena masih berlaku. Tapi yang akan saya bahas dalam artikel ini adalah paper base dan computer base.

Yang pertama ialah PBT-TOEFL atau Paper Based Test TOEFL atau dalam bahasa indonesia adalah tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan di atas kertas dengan tiga sesi ujian yaitu Listening, Structure, dan Reading. Pada Listening Comprehensionterdiri dari tiga bagian dan jumlah keseluruhan soal adalah 50. Anda diberikan waktu 35 menit untuk mengerjakan. Berikut ini bagian-bagian dari paper-based test.

Bagian A-Short Dialogues : Terdiri dari 30 dialog singkat antara seorang laki-laki dengan perempuan. Masing-masing dialog kemudian diikuti sebuah pertanyaan dari orang ketiga yang disebut narator. Setelah itu, anda harus memilih jawaban yang benar dari setiap pertanyaan berdasarkan empat pilihan jawaban yang tersedia pada lembar tes anda.

Bagian B-Longer Conversation : Terdiri dari dua percakapan yang lebih panjang dari pada Short Dialogues antara seorang laki-laki dengan perempuan dan sifatnya umum serta tidak resmi. Setelah soal selesai, seorang narator akan membacakan soal berdasarkan percakapan tersebut. Kemudian anda harus memilih jawaban yang benar dari setiap pertanyaan berdasarkan empat pilihan yang tersedia pada lembar tes anda. Dua percakapan yang masing-masing diikuti 4 pertanyaan dan pilihan jawaban dalam bentuk pilihan berganda ini merupakan keseluruhan dari bagian B.

Bagian C-Talks ; Terdiri dari tiga topik pembicaraan tentang kehidupan sekolah, kampus, atau masalah-masalah akademis lainnya. Pada setiap awal pembicaraan, anda akan mendengarkansuatu rekaman pembicaraan ilmiah tentang suatu topik atau masalah oleh seorang laki-laki atau perempuan yang biasanya adalah seorang pembimbing mahasiswa atau guru besar universitas. Setelah itu, seorang narator akan membacakan beberapa soal berdasarkan topik yang telah diperdengarkan. Kemudian, anda harus memilih jawaban yang benar dari setiap pertanyaan berdasarkan empat pilihan jawaban yang tersedia pada lembar tes anda. Tiga pembicaraan bersifat ilmiah yang masing-masing diikuti 4 pertanyaan dan pilihan jawaban dalam bentuk pilihan berganda ini merupakan keseluruhan dari bagian C.

Jenis TOEFL ini memiliki rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677 sebagai nilai paling maksimum. Tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. Saat ini, PBT-TOEFL sudah tidak diberlakukan lagi di lingkup internasional, kecuali beberapa negara saja. Namun, ada banyak instansi lokal di Indonesia yang masih mau menerima hasil score PBT-TOEFL.

Yang kedua ialah CBT-TOEFL atau Computer Based Test TOEFL atau tes TOEFL berbasis komputer. Tes ini menggunakan perangkat lunak resmi yang diterbitkan oleh ETS sebagai media pengujian. Dengan kata lain, peserta ujian mengerjakan soal-soal ujian TOEFL berbasis komputer. Pada tes jenis ini terdapat empat sesi ujian yaitu Listening, Structure, Reading, dan Writing. Selain itu, tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. CBT-TOEFL memiliki rentang nilai antara 0 hingga 330 sebagai nilai paling tinggi.

Paragraf-paragraf diatas merupakan penjelasan mengenai berbagai macam tes Toefl yang dapat kita ketahui. Walaupun hanya menjadi syarat pendamping setelah skill khusus bidang tertentu yang diprioritaskan, namun skor TOEFL ataupun skill bahasa inggris juga menjadi salah penentu diterima atau tidaknya seorang calon pekerja.


Sumber :

Saturday, October 4, 2014

Malaysia Klaim Budaya Kita

MALAYSIA KLAIM BUDAYA KITA


Walaupun sudah lama merdeka namun Indonesia kembali dijajah oleh negara tetangga. Malaysia merupakan salah satu negara Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 30 juta jiwa yang terbagi menjadi etnis Melayu, China, dan India. Sepanjang tahun 2007-2012, Malaysia sudah mengklaim budaya Indonesia sebanyak tujuh kali. Kesenian Reog Ponorogo, lagu “Rasa sayange”, dan Tari Tor-tor adalah beberapa budaya yang diklaim oleh negeri jiran tersebut sebagai warisan budaya mereka.


Menurut saya penyebab terjadinya hal ini adalah lemahnya sistem kearsipan warisan budaya oleh pemerintah Indonesia. Kekurangan dalam sistem tersebut membuat Malaysia lebih berani dalam mengambil tindakan. Sedikitnya tujuh budaya Indonesia telah diklaim oleh Malaysia.

Jika saja pemerintah lebih gencar dalam melaksanakan proses “klaim” terhadap warisan-warisan budaya Indonesia, setidaknya Malaysia tidak akan bertindak sejauh ini. Pencatatan adalah cara terbaik yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah, dengan adanya pencatatan maka akan menjamin bahwa budaya-budaya tersebut memang milik negara. Di dalam catatan warisan budaya terdapat dokumen yang berisikan data, gambar, nomor dan berbagai macam hal lainnya yang menyatakan bahwa budaya-budaya tersebut merupakan warisan budaya Indonesia.

Saya rasa pemerintah sudah melakukan pencatatan namun kurang baik dalam hal kearsipan. Hal ini merupakan “challenge” bagi pemerintah untuk memperbaiki lemahnya sistem pengarsipan. Jika kita tidak memiliki dokumen tentang budaya-budaya tersebut, bagaimana kita bisa yakin bahwa Indonesia berhak atas kesenian Reog Ponorogo dan budaya-budaya lainnya yang saat ini telah diklaim oleh negara jiran tersebut. Pemerintah harus lebih cermat dan lebih peduli untuk mencegah hal-hal ini agar tidak terulang kembali.